Monday, January 10, 2005

Bersujud


begitu engkau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
setiap kali engkau bersujud,
setiap kali pula telah engkau dirikan masjid
wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bangun selama hidupmu
tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi menembus langit, memasuki alam maksiat

setiap gedung, rumah, bilik atau tanah seketika
bernama masjid, begitu tempat untuk bersujud
setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada
ridlo Tuhan, menjelma menjadi sajadah kemuliaan
setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan
ke piring ke-Ilahi-an menjadi serakaat sembahyang
dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk
cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara adzan

kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkaulah masjid
kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang Allah,
engkaulah kiblat
kalau telingamu mendengar yang
didengar Allah engkaulah tilawah suci
dan kalau gerakan hatimu mencintai yang dicintai Allah
engkau ayatullah

ilmu pengetahuan bersujud, pekerjaanmu bersujud
karirmu bersujud, duka deritamu bersujud,
sepi dan ramaimu bersujud, dukaderitamu bersujud
dan menjadilah engkau masjid

************
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" [QS. Al- Fushshilat]

---- thanks to kamesywara


Ditulis pada pukul 3:34:02 pm by Little_Sister
Jazakumulloh (1)  




Tuesday, December 07, 2004

Seulas Senyum





Ketika wajah mengulas sebuah senyuman
apakah hati-pun tersenyum?
yaah..hatiku juga tersenyum

Yaa Robbul Izzati..
Engkau yang selalu membuat diriku tersenyum

Saat do'a-do'a panjang kulantunkan
saat diri ini tidak tau lagi, berapa lamakah do'a itu kulantunkan?
saat itu Engkau berikan daku seulas senyuman

Yaa Robbul Izzati..
Apakah tanda itu sebagai jawaban do'aku?
Yaah..tapi aku harus tetap tersenyum

Yaa Robbul Izzati..
Engkau penguat diri ini
Smoga dapat kupersembahkan ketaatan yang sempurna

------------------------
orang yang berjiwa besar memiliki 2 hati, satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar (Khalil Gibran)


* special thanks to mama Buna, smoga pertemuan kita adalah Jalan Alloh yang merupakan awal dari jawaban tuk ummatNYA, aamiin Yaa Robb...

Ditulis pada pukul 8:30:12 am by Little_Sister
Jazakumulloh (1)  




Monday, November 01, 2004

Mangkuk Cantik, Madu & Sehelai Rambut




Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a.

Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan
untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu.
Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Begitulah kalimat-kalimat indah yang diucapkan, sebagai pelajaran bagi umat.


**(Fakih Arma Yudha )




Ditulis pada pukul 8:30:14 am by Little_Sister
Tulis Komentar  




Saturday, October 23, 2004

Siapakah...?





Siapakah orang yang sibuk?

Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Siapakah orang yang manis senyumanya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikkan.

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Ditulis pada pukul 12:43:09 pm by Little_Sister
Jazakumulloh (1)  




Saturday, September 25, 2004

Hati-hati Bawa Hati




Aduh......,
Susahnya punya hati
Letaknya tersembunyi,
Tapi gerakan tampak sekali

Aduh .....,
Susahnya menjaga hati
makin menahan diri,
makin banyak yang menawan hati

Niat hati lurus dan suci
namun banyak godaan menanti
dilayani kan lupa diri
tak dilayani ? teman sendiri

Makanya.......,
Lebih baik punya istri
Kalau tersenyum ada yang menanggapi
Kalau berekspresi ada yang memahami
Sikapnya lembut tak bikin keki
Kadang malah memuji

"Tuhan tak pernah ingkar janji,
Kalau terus menjaga diri,
Akan mendapat pendamping yang lurus hati"

Tapi kalau masih sendiri
Hati hati bawa hati
Kalau sibuk mencari perhatian,
Kapan kamu mengenal gadis yang bisa menjaga pandangan?
Bagusnya sibuk menyiapkan perbekalan (memperbaiki iman)
Tanpa susah-susah membayangkan
Saat saat tak terbayangkan

Ada pun kalau sudah beristri,
Jangan lupa mengingatkan
Kalau ada yang dilalaikan
Tentang perkara yang disyari'atkan
Tapi kalau ia memelihara kewajiban
Ingat-ingatlah untuk memberi perhatian
Jangan menunggu dapat peringatan

-- Buat yang berada dalam penantian --

**Karya: M. Faudzil Adzim

Ditulis pada pukul 10:52:32 am by Little_Sister
Tulis Komentar  




Tuesday, September 21, 2004

Teruntuk Saudariku...





Jika kamu memiliki cita
Nyanyian kerinduan telah menarikmu
Maka perpendeklah jarak tempuh
Kepada pemanggil cinta dan kerinduan mereka tatkala berseru
Katakanlah : Aku penuhi panggilanmu! seribu kali jumlahnya
Jangan perhatikan puing-puing yang menghalangi mereka
Sebab jika kamu perhatikan,
Puing-puing itu kembali menjadi penghalang
Jangan menunggu untuk pergi
Kesertaan orang yang bermalas-malasan
Tinggalkan saja
Sebab kerinduan cukuplah mengantarkanmu
Ambillah dari mereka perbekalan
Dan berjalanlah pada jalan hidayah dan kebutuhan
Maka kamu akan sampai
Hilanglah darimu segala duka cita
Jika letih tulang kakimu
Maka peringatan itu mengemblikan semangatmu
Jika kamu takut keletihan
Maka katakan padanya
Di depanmu terdapat mata air
Carilah mata air itu
Ambillah berkas cahaya mereka
Kemudian berjalanlah dengannya
Maka cahaya mereka pasti menerangimu
Marilah bersegera menuju surga Adn berdekatan dengan mereka
Persinggahan-persinggahanmu pertama padanya kamu singgah
Tetapi orang-orang yang menyimpan permusuhan menahanmu
Oleh karena itu kamu berdiri
Di atas puing-puing menangisi persinggahan-persinggahan
Biarkanlah itu menjadi puing-puing
Sebab itu bukan tempat pemberhentian
Lampauilah dia
Karena dia bukan persinggahan-persinggahan
Katakanlah wahai jiwa, bersabarlah sesaat
Saat perjumpaan nanti kepenatan itu akan hilang
Tidaklah dunia ini kecuali sesaat saja
Kemudian lenyap dan orang yang dulunya bersedih menjadi gembira



**Diambil dari kitab Kaifa Atuub teruntuk Saudariku yang berkeinginan kembali kepada Allah Rabbul Izzati

Ditulis pada pukul 2:18:54 pm by Little_Sister
Tulis Komentar  




Thursday, September 02, 2004

Muslimah Bicara





Tak ingin kujadi seorang dara,
Yang bangga dengan kecantikan dan wajah rupawan,
Yang kuimpikan muslimah sejati,
Seri wajahnya bukan karena solekan,
Cahaya paras rupa dari kesegaran wuduknya.

Tak ingin kujadi seorang wanita,
Yang bangga dengan suara yang merdu bak buluh perindu,
Menyanyi lagu mendendang irama,
Yang kuimpikan kelembutan suara,
Mengalun tajwid kitab suci, menghafal zikrullah,
Buat bekalan di hari penghisaban.

Tak ingin kujadi perempuan ,
Yang megah dengan hiasan gemerlapan,
Berbaju tetapi bertelanjang,
Yang kuimpikan muslimah sejati,
Menutup segala keindahan,
Demi menjaga maruah diri.

Tak ingin kujadi teman bermusim,
Yang menukarkan kasih sayang dengan kemewahan,
Yang kuinginkan teman sehidup semati,
Memberi kasih sayang setulus hati,
Bukan cinta dari mata bertuankan nafsu.

Tak ingin kujadi isteri yang bertakhta,
Yang mengharap redha suami bila kekayaan di depan mata,
Yang kuimpikan isteri solehah,
Menjadi sumbu cahaya suka duka perjalanan.

Tak ingin kujadi seorang mama,
Yang membiarkan anugerah Illahi tanpa didikan asuhan,
Yang kuimpikan menjadi seorang ibu,
Ibu mithali yang menjadi semangat juang putera- puteri.

Ditulis pada pukul 10:10:57 am by Little_Sister
Jazakumulloh (2)  




Wednesday, September 01, 2004

Cinta dan Mencintai Allah



Imam Ibnu Qayyim mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.

Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)

Beberapa Definisi CINTA:

Baca Selengkapnya

Ditulis pada pukul 2:15:45 pm by Little_Sister
Tulis Komentar  




Wednesday, July 21, 2004

Penantian Sebuah Kemenangan



Terdorong langkah untuk menggapai Ridho Allah
Aktivitas berpadu dalam suatu landasan yang digariskan oleh syariat
Kalbupun tiada merasa keberatan untuk menerimanya (la yuslimu tassliman)
Terpatri dalam satu nilai .....
Bibir tergetar mengucapkan lafadz
I K H L A S


Pengembaraan dilalui dalam suatu proses pembelajaran
Kerangka berfikir terbentuk dalam.....
Memahami konsep keimanan yang shohih
Kecenderungan pun berbalut menjadi satu
Raga dan jiwa menyatu dalam warna dan nilai I S L A M


Perjuanganpun teruji....
kala keimanan harus terbukti ..
Saat lafadz La ilaha illa Allahu Muhammaddarasulullah harus dipertanggung jawabkan,
yang tak sekedar ucapan dibibir.


Pembuktian hanya punya satu kata
Kala jiwa dan raga bergerak serempak
menuju ketaatan yang sempurna
dan....
Irama langkah
Hanya menggoreskan satu ciri disetiap langkahnya
tiada pilihan ...
kecuali
Hidup Mulia atau mati syahid
Kemenangan akan terpancar dalam kerendahan hati
Intan surullah yan surrukum wa yutsabiq aqdamakum


surabaya , 20 Juli 2004
by: kamilah


** Teriring ucapan terima kasih untuk Mbak-ku yang sudah memberikan puisi ini

Ditulis pada pukul 9:29:42 am by Little_Sister
Tulis Komentar  




Monday, July 19, 2004

Jikalah Pada Akhirnya



Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa
sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa tidak dinikmati saja
sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah benci dan marah menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa
sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti tenggelam didalamnya
sedangkan taubat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri
sedangkan kedermawanan justru akan melipat gandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti membusung dada
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama
sedang memberi akan banyak memiliki arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dirasakan sendiri
sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka
sedang begitu banya kebaikan bisa dicipta.

Ditulis pada pukul 2:49:51 pm by Little_Sister
Tulis Komentar  




Previous Page Next Page


.: Annisa Blog :.






.: Celoteh Sahabatku :.


Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x




.: Links My Brother's :.

Fachrie| Mustoyo| Kang IdE| aa_olieds| Denny| Cad_Drafter| K.Anom| ARS| Taufan| Kikin| Bara Syuhada| He'u| Arie| B.Gautama| Abu R.| Adionggo| Eman| Ephay| Pitt



.: Links My Sister's :.

Ayunda| Elvi| Mama Nanda| Mama Buna| Fata| Nisa| Uni| Mpit| Ummu Nida| Nur| Mba' Ima| Rahmi| Kasma| Yentri| Rita| Mama Zubia| Rela|Winnie| Emm@ |Kartina











Free Shoutbox Technology Pioneer


Blogdrive